PEKALONGAN – Diduga karena sopir ngantuk, truk tronton kehilangan kendali di Jalan Raya Kalibanger depan Mako Brimob Pekalongan kemarin sore sekitar pukul 19.30.
Truk dengan nomor polisi H 1993 QS tanpa muatan dari arah Semarang ini sebelumnya menabrak median tengah jalan, hingga berikutnya sopir membanting stir ke kiri menubruk pohon, tembok dan pos satpam di selatan jalan.
Saat membanting ke kiri, dari arah belakang sedang meluncur sepeda motor, sehingga tabrakan tidak bisa dihindari hingga motor tersangkut di bawah truk.
Akibatnya, pengendara motor yang diketahui bernama Wildan (22) warga Baros ini mengalami benturan keras, hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Motor yang ditungganginya dengan nopol G 5522 EC ini juga turut rusak.
Atas peristiwa ini, jalur Pantura Pekalongan sempat tersendat sebentar. Ini menyusul kesigapan aparat kepolisian yang langsung tiba dan melakukan ‘pembersihan’ pantura.
Truk ditarik dari nyungsepnya, sementara motor korban juga diamankan ke Polresta Pekalongan untuk penyelidikan.
Belum diketahui sejauhmana luka korban. Saksi mata yang tak lain adalah teman korban sendiri, Ali Firmansyah (19) asal Wiradesa mengatakan, “Wildan mencoba menghindari benturan saat truk membanting stir, namun malah tak bisa menguasai kendaraan,” jelasnya.
Akhirnya sepeda motor yang dikendarai Wildan menabrak truk tersebut. Hingga dia, masuk ke bawah kolong truk. Namun, berkat kesigapan teman korban, Wildan langsung dapat diselamatkan. “Untung langsung saya tarik,” ujarnya.
Namun dijelaskannya, wildan tetap mengalami luka cukup parah di bagian punggung. Dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.
Petugas polisi yang ditemui di lokasi enggan berkomentar banyak dan meyarankan ke Mapolresta untuk menemui Kasatlantas. (dal)
Arsip untuk ‘Metro Pekalongan’ Kategori
Diduga Ngantuk, Trailer Sruduk Rumah
Posted by koranwopi pada Juli 25, 2009
Ditulis dalam Metro Pekalongan | Tinggalkan sebuah Komentar »
Dukung Langkah Kapolda Jateng
Posted by koranwopi pada Februari 24, 2009
KAPOLRESTA Pekalongan AKBP Dr Aris Budiman MSi sangat setuju dengan langkah Kapolda Jateng Irjen Alex Bambang Riatmodjo, bertindak tegas dalam menangani kasus perkelahian di lapangan sepak bola. Menurutnya, selama ini jarang terdengar ada pemain yang mendapat sanksi tegas dari induk sepak bola di Indonesia, terkait perkelahian antarpemain. Bukan hanya itu, pemain yang memukul wasit pun sepertinya tidak mendapatkan ganjaran yang layak sesuai kesalahannya.
’’Paling-paling, pemain itu hanya dikeluarkan dari tempat pertandingan. Setelah itu, tidak ada tindak lanjutnya,’’ tegas Kapolresta kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, kemarin.
Lebih lanjut diungkapkan, kalau tindakan tegas terhadap pemain yang kemudian dilanjutkan ke jalur hukum, kemungkinan perkelahian dan pemukulan wasit saat pertandingan berlangsung tidak akan terjadi. Diperkirakan langkah itu bisa membuat efek jera kepada pemain sepak bola yang suka ’’bermain kayu’’. Kapolresta yang hobi bola itu menjelaskan, dalam suatu pertandingan, kadang ada yang bertindak keras, seperti menjegal kaki lawan atau berbenturan tubuh.
Sangat Wajar
Menurutnya, hal seperti itu sangat wajar dalam suatu pertandingan sepak bola. Meski demikian, jangan sampai tindakan keras itu menjurus kasar, sehingga menimbulkan perkelahian.
’’Kalau tidak mau terjatuh atau terjegal, ya ndak usah main sepak bola. Kalau mengalami seperti itu, serahkan saja keputusannya kepada wasit. Sebab, dialah yang menjadi pemimpin pertandingan di lapangan,’’ tandasnya.
Selanjutnya dikatakan, sebenarnya perkelahian antarpemain maupun pemukulan terhadap wasit ketika pertandingan sedang berlangsung, tergantung pada pemain itu sendiri. Dalam hal ini, apakah mereka mau menjunjung tinggi sportivitas atau tidak. Kalau sebelum bertanding sudah dilandasi pemikiran seperti itu, kemungkinan insiden di tengah lapangan tidak akan terjadi. (sumber : Suara Merdeka – Moch Achid Nugroho-15)
Ditulis dalam Metro Pekalongan | Tinggalkan sebuah Komentar »
Gugatan Resahkan Buruh Dupantex
Posted by koranwopi pada Februari 24, 2009
* SPN Akan ke Menteri LH
PEKALONGAN – DPC Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Pekalongan merencanakan menghadap Menteri Lingkungan Hidup di Jakarta untuk mencabut gugatan kepada PT S Dupantex di Pengadilan Negeri (PN) Pekalongan. Pasalnya, gugatan itu meresahkan ribuan pekerja di perusahaan tekstil tersebut.
Hal itu dikatakan Ketua DPC SPN Agus Imam Amin menyikapi kasus gugatan Kantor Kementerian Lingkungan Hidup (KNLH) kepada PT S Dupantex dalam kasus pencemaran lingkungan dengan tuntutan ganti rugi senilai ratusan miliar rupiah.
Menurutnya, munculnya gugatan membuat ribuan pekerja di perusahaan itu menjadi resah. Sebab, tak hanya menuntut ganti rugi saja, pihak KNLH juga meminta pabrik ditutup sementara waktu selama kasus belum dapat diselesaikan. ”Ribuan karyawan yang ada di Dupantex saat ini resah, mereka khawatir dengan tuntutan yang diajukan lawyer KNLH berupa penutupan pabrik.
Sebab kalau itu betul-betul dilakukan, maka akan terjadi perumahan karyawan dan paling fatal jika ada PHK, sebab perumahan biasanya memunculkan dampak PHK,” katanya.
Karena itu, DPC SPN bersama Serikat Pekerja (SP) Dupantex saat ini siap menghadap Menteri Lingkungan Hidup di Jakarta untuk mengecam tuntutan tersebut dan meminta tuntutan dicabut.
1.500 Orang
”Ini tidak hanya berimbas pada karyawan saja, tapi juga keluarga mereka, baik suami-istri, maupun anak-anaknya. Masalah ini sangat menjadi perhatian kami dan nasib pekerja Dupantex akan kami perjuangkan semaksimal mungkin,” tandas dia.
Direktur PT S Dupantex Loe Tiong Peng ketika dikonfirmasi membenarkan, saat ini jumlah karyawan yang bekerja pada perusahaannya mencapai 1.500 orang. ”Jumlah karyawan kami sebanyak itu,” ujarnya.
Kuasa hukum KNLH, Adriano SH MH menyatakan, pihaknya juga sangat perihatin apabila terjadi masalah penutupan perusahaan karena menyangkut ribuan buruh. Karena itu, dalam gugatan yang dilakukan kepada PT S Dupantex ke Pengadilan Negeri (PN) Pekalongan, akan dikoordinasikan dengan kalangan buruh, seperti yang pernah dilakukan di Hotel Jayadipa beberapa waktu lalu.( sumber : Suara Merdeka H52-17)
Ditulis dalam Metro Pekalongan | Tinggalkan sebuah Komentar »
Berita Baru
Posted by koranwopi pada Februari 15, 2009
belum ada berita
Ditulis dalam Bola Mania, Buaran, Doro, Ekonomi & Bisnis, Fashion, Infrastruktur, Internasional, Investasi & Korporasi, Iptek & Sains, Kajen, Kedungwuni, Keluarga, Kesehatan, Kesesi, Kolom Tokoh, Koperasi & UKM, Kuliner, Metro Pekalongan, Musik dan Film, Nasional, Opini, Otomotif, Otosport, Paninggaran, Pelayanan Umum, Pendidikan, Politik & Hukum, Ragam Olahraga, Rumah & Taman, Sastra & Budaya, Selebritas, Seputar Jawa Tengah, Seputar Pemilu, Techno Comunity, Wiradesa, Wisata, Wonopringgo | Tinggalkan sebuah Komentar »

