KAJEN - Desa/Kecamatan Kesesi tahun ini menjadi lokasi beberapa proyek mercusuar di Kabupaten Pekalongan yang nilainya mencapai puluhan miliar rupiah.
Proyek mercusuar pertama adalah Pembangunan Madrasah Aliyah Bertaraf Internasional (MBI) yang diperkirakan menelan biaya Rp 40 – 60 miliar. Tahun ini juga akan dilaksanakan proyek benilai miliaran rupiah seperti pembangunan Pasar Kesesi, pembangunan lumbung air, dan penanaman jati putih oleh Pemerintah Jepang yang konon nilainya juga mencapai puluhan miliar rupiah.
Proyek itu belum termasuk Program Nasional Pemberdayan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan. ’’Untuk penanaman jati putih atau polonia baru akan disepakati pada 28 Februari,’’ ujar Camat Kesesi Edy Sutanto.
Untuk pembangunan lumbung air akan dimulai Maret tahun ini. Proyek yang dilaksanakan Balai Besar Wilayah Sungai Juana itu bertujuan untuk mengatasi bencana kekeringan yang sering dialami warga, di Desa/Kecamatan Kesesi.
Lumbung air berbentuk kubangan seluas satu haktare dan sedalam 9 meter diharapkan bisa mengatasi krisis air yang selama ini sering dialami warga Kesesi. Lumbung itu nantinya akan diisi air bersih dan diharapkan bisa memancing munculnya sumber-sumber air. ’’Sifat air, ketika penuh akan merembes ke tanah, dan diharapkan bisa memunculkan sumber air baru,’’ paparnya.
Pembangunan lumbung air akan dimulai awal Maret dan diperkirakan selesai tahun ini juga. ’’Survei sudah dilakukan sejak tahun lalu,’’ ujarnya.
Sedangkan MBI direncanakan dimulai pertengahan April tahun ini. Saat ini prosesnya dalam penyelesaian status tanah.
Kesejahteraan
Warga yang dimintai pendapatnya berharap, proyek-proyek bernilai puluhan miliar itu benar-benar bisa menyejahterakan masyarakat, dan bukan justru mendatangkan masalah. ’’Kami berharap justru tidak muncul masalah baru,’’ tutur Amat (45), salah seorang warga Kesesi.
Dia juga minta agar proyek-pro-yek itu benar-benar dilaksanakan sebaik-baiknya, sehingga bisa mendatangkan manfaat maksimal bagi masyarakat.(sumber suara merdeka G16-15)

