KORAN WONOPRINGGO

Inspirasi dan Referensi Terpercaya Di Pekalongan

Arsip untuk ‘Kajen’ Kategori

Kejaksaan periksa mantan Camat Kedungwuni

Posted by koranwopi pada Juli 25, 2009

KAJEN – Mantan Camat Kedungwuni Bambang Iriyanto diperiksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Kajen dalam kasus dugaan penyimpangan dana kompensasi tukar guling tanah bengkok Desa Ambokembang, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, untuk pengembangan RSI Pekajangan, kemarin. Penyidik kejaksaan mengorek informasi sejauh mana keterlibatan camat dalam ruislag tersebut.

’’Rencana mantan Camat Kedungwuni hari ini (kemarin, red) kami periksa. Secara hierarki pemerintahan, di atas desa ada kecamatan. Kami ingin mengetahui sejauh mana keterlibatannya,” terang Kasi Pidsus Kejari Kajen, Sasmito SH, ditemui di Gedung Kejari Kajen, kemarin siang.

Dikatakan, pemeriksaan kasus dugaan penyimpangan dana kompensasi tukar guling di Desa Ambokembang sudah hampir selesai, termasuk menunggu penetapan tersangka. Pihak kejaksaan juga masih menunggu izin Bupati Pekalongan Dra Hj Siti Qomariyah MA untuk memeriksa Kepala Desa Ambokembang, Budi Satoto.

’’Semuanya hampir sudah dimintai keterangan. Untuk pemeriksaan kepala desa masih menunggu izin bupati,” terang Sasmito.

Diterangkan, besaran dana kompensasi yang tersirat dalam keputusan desa dan persetujuan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ambokembang sebesar Rp 50 juta. Dana kompensasi ini semestinya digunakan untuk rehab gedung balai desa Ambokembang. ’’Yang dipakai baru sekitar Rp 5 juta. Itu digunakan untuk pengecatan dan pembuatan pintu,” ujar dia.

Disinggung soal informasi jika besaran dana kompensasi adalah Rp 125 juta, Sasmito menerangkan, pihak kejaksaan hanya memeriksa dana yang tersirat. Sedangkan kompensasi yang tidak tersirat sulit untuk dibuktikan. Untuk proses tukar guling sendiri, lanjut dia, sudah sesuai dengan prosedur.

’’Ketua yayasan H Riyanto dan bendahara juga sudah kami mintai keterangan,” kata dia.

Seperti diberitakan Wawasan, Kejari Kajen tengah mengusut dugaan penyimpangan dana kompensasi tukar guling (ruislag) tanah bengkok di Desa Ambokembang, untuk pengembangan RSI Pekajangan. Dalam tukar guling itu, dana kompensasi sebesar Rp 125 juta diduga untuk bancaan kepala desa, perangkat, BPD, dan LPMD Desa Ambokembang.

Sesuai prosedur
Sekretaris Desa Ambokembang, Didik Supriyadi mengaku tidak mengetahui secara persis besaran dana kompensasi dan peruntukannya. Dikatakan, proses tukar guling tanah sudah dilakukan sejak tahun 2006. Menurutnya, proses tukar guling tanah sudah sesuai dengan prosedur yang ada dengan melibatkan aparat dan lembaga desa, bagian hukum, pemerintahan, dan pertanahan. Luas tanah bengkok  sekitar 5 ribu meter persegi ditukar dengan lahan sawah seluas 800.300 meter persegi.

’’Setahu saya, kompensasi awal adalah Rp 50 juta untuk pengembangan kantor balai desa. Namun, informasi belakangan ini yang menyebutkan besaran kompensasi hingga Rp 125 juta saya tidak tahu, sebab yang mengambil uang adalah kepala desa,” kata dia. haw-bg

Ditulis dalam Kajen, Kedungwuni, Politik & Hukum | Tinggalkan sebuah Komentar »

Thariqoh Bukan Bamper Parpol

Posted by koranwopi pada Februari 24, 2009

KAJEN – Ulama kharismatik Habib Luthfy bin Ali bin Hasyim bin Yahya dalam mauidhoh khasanahnya menerangkan arti penting kalimat “Laa ilaha ilallah”. Hal itu dilontarkan habib pada acara Pengajian Rutin Jam’iyahThariqah Al Muttabarah An Nahdliyah Muslimat NU Kabupaten/Kota Pekalongan, di Masjid Jami Kajen, Minggu (22/2).

Menurut dia, kalimat itu penting karena senantiasa akan kita bawa sampai meninggalkan dunia nanti. Disamping itu, habib Luthfy juga menegaskan tujuan daripada thariqah, bahwa thariqah bukan sebagai bamper partai politik manapun.

“Selama ini ada anggapan dari kalangan tertentu bahwa thariqah ini tidak ada ajarannya. Kami tegaskan bahwa tujuan dari thariqah adalah untuk membimbing dan membina umat agar menjadi yang sebenar-benarnya umat yaitu dapat bermanfaat bagi sesama”, tegas Habib.

Acara rutin bulanan tersebut, selain dihadiri Bupati beserta suami, tampak hadir antara lain Habib Luthfy bin Ali bin Hasyim bin Yahya selaku Ketua Umum Jam’iyah Thariqah seluruh Indonesia, KH Akrom Sofwan, Ibu Hj. Siti Maryam selaku Ketua Jami’yah Thariqah Muslimat NU Kab/Kota Pekalongan, Camat dan Muspika Kecamatan Kajen, serta ribuan pengunjung yang datangnya dari segala penjuru Kabupatan dan Kota Pekalongan yang memadati masjid hingga ke jalan raya.

KH Akrom Sofwan, salah satu kyai kharismatik dari Kota Pekalongan, dalam mauidhoh khasanahnya menyampaikan bahwa salah satu tujuan thariqah adalah untuk mujahadah, yaitu untuk memerangi hawa nafsu (syahwat atau keinginan).  “Hal ini karena syahwat atau keinginan manusia itu tumbuh terlebih dahulu daripada yang lain, yakni sejak pertama kita dilahirkan”, jelas beliau.(sumber : Radar Pekalongan – ap5)

Ditulis dalam Kajen | Tinggalkan sebuah Komentar »

Berita Baru

Posted by koranwopi pada Februari 15, 2009

belum ada berita

Ditulis dalam Bola Mania, Buaran, Doro, Ekonomi & Bisnis, Fashion, Infrastruktur, Internasional, Investasi & Korporasi, Iptek & Sains, Kajen, Kedungwuni, Keluarga, Kesehatan, Kesesi, Kolom Tokoh, Koperasi & UKM, Kuliner, Metro Pekalongan, Musik dan Film, Nasional, Opini, Otomotif, Otosport, Paninggaran, Pelayanan Umum, Pendidikan, Politik & Hukum, Ragam Olahraga, Rumah & Taman, Sastra & Budaya, Selebritas, Seputar Jawa Tengah, Seputar Pemilu, Techno Comunity, Wiradesa, Wisata, Wonopringgo | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.