
ASSEN – Pembalap tim Repsol Honda Dani Pedrosa menegaskan, meraih kemenangan di Sirkuit Assen, Belanda, merupakan yang tersulit. Sabtu pekan ini, seluruh pembalap MotoGP akan turun di GP Belanda, seri kesembilan. Kendati masih yakin mampu menang, pembalap Spanyol itu akan dihadapkan pada tantangan berat di sirkuit yang memiliki julukkan “The Cathedral” itu.
Juara dunia Casey Stoner (Ducati Marlboro) tengah berada di puncak performa terbaik setelah memenangi seri sebelumnya, GP Inggris. Di Sirkuit Donington Park, akhir pekan lalu, Stoner seolah tidak tersentuh rival-rivalnya, termasuk Pedrosa.
Rival berat Pedrosa lainnya, Valentino Rossi (Fiat Yamaha), memiliki rekor bagus di Assen, tujuh kemenangan dari tiga kelas yang pernah diikutinya (125 cc, 250 cc, dan MotoGP). Di Donington lalu Rossi berhasil memaksa Pedrosa untuk puas finis ketiga. Assen sendiri adalah salah satu sirkuit kesukaan Rossi.
Melihat fakta di atas, Pedrosa melihat Stoner dan Ducati—penghuni posisi ketiga di klasemen pembalap dan konstruktor—akan ikut memanaskan persaingan.
“Kami mendapat poin cukup bagus di Donington pekan lalu. Tetapi kami ingin poin yang lebih besar di Assen,” kata Pedrosa yang kini menempati posisi kedua klasemen dengan 151 poin. “Pertama, saya jelas ingin cuaca terang di Assen karena dengan itu seluruh pembalap bisa mempersiapkan lebih baik untuk lomba. Seri Assen akan sangat berat karena tingkat persaingan di MotoGP kini sangat tinggi.”
Di sisi lain Stoner akan menggunakan seri di Assen sebagai momentum kebangkitannya dan Ducati. Meskipun mengaku gelar juara dunia musim ini sudah jauh di luar jangkauannya, baik Rossi maupun Pedrosa justru berpikir sebaliknya. Stoner tetap menjadi ancaman terbesar untuk keduanya.
Dominasi Stoner di Donington membuktikan dirinya menjadi salah satu favorit pemenang GP Belanda. Hanya dengan kemenangan di Assen, Stoner bisa mendekati Rossi di puncak klasemen.
Musim lalu, Stoner mampu finis kedua di Assen, di belakang Rossi dan di atas Nicky Hayden (Repsol Honda). Kendati sirkuit sepanjang 4,555 km itu bukan salah satu favoritnya, Stoner punya strategi spesial untuk mengalahkan lawan-lawannya.
“Assen hanya bisa ditaklukkan dengan setelan motor sempurna, tidak ada pilihan lain. Tahun lalu kami sebetulnya berhasil menemukan set-up yang pas. Mudah-mudahan hal itu bisa kami ulang saat lomba Sabtu nanti,” kata pembalap berusia 22 tahun itu.
Perubahan setelan sistem elektronik yang dilakukan para teknisi Ducati di GP Inggris lalu disebut-sebut menjadi salah satu alasan mengapa Stoner dan Ducati Desmosedici GP8 tak tersentuh sepanjang akhir pekan di Donington.
“Kami sudah tak sabar melihat Casey turun di Assen, salah satu sirkuit di mana dirinya tampil brilian musim lalu,” ujar Livio Suppo, Direktur Balap Ducati Corse. “Di Assen kami berharap dia bisa nyaman dengan setelan motor yang baru, seperti yang dilakukannya di Donington, agar dia bisa bersaing meraih podium utama.” ***
Tri Cahyo Nugroho (TopSkor)
dari Berbagai Sumber


