
Presiden Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) Mohammad bin Hammam akan membuka secara resmi Rapat Paripurna Nasional (Raparnas) PSSI pada Mingguc(22/2) hingga Selasa (24/2) mendatang di Hotel Borobudur, Jakarta.
Ini merupakan Raparnas kedua dari kepengurusan PSSI periode 2007-2011, sekaligus periode kedua kepemimpinan Nurdin Halid. Raparnas yang pertama dari kepengurusan periode 2007-2011 digelar 18-19 Maret 2008 di Tabanan, Bali.
“Suatu kehormatan bagi PSSI jika Raparnas kali ini akan dibuka resmi oleh pimpinan puncak dari induk organisasi sepakbola di Benua Asia,” ungkap Sekjen PSSI Nugraha Besoes, Jumat (20/2).
Nugraha Beoses menyatakan, sekalipun pada acara pembukaan Raparnas ini akan hadir Menegpora Adhyaksa Dault dan Ketua KON/KOI Rita Subowo, yang juga akan memberikan pengarahan, namun pembukaan resmi Raparnas akan dilakukan oleh Mohammed bin Hammam.
“Dalam strata sepakbola, PSSI selain anggota FIFA adalah juga anggota AFC. Oleh karena itu, dalam kapasitas Hammam sebagai pimpinan AFC, maka tepat kalau dia yang membuka resmi kegiatan PSSI ini,” jelas Nugraha Besoes.
Nugraha Besoes menyebutkan, kedatangan Mohammed bin Hammam ke Indonesia adalah atas undangan PSSI. Kunjungan Presiden AFC asal Qatar itu dikaitkan dengan lawatannya ke beberapa negara anggota AFC. Sebelum ke Jakarta, Hammam lebih dulu melawat ke Brunei Darussalam, dan Senin (23/2) pagi Hammam bertolak dari Jakarta ke Manila, Filipina.
Mohammed bin Hammam disertai 15 anggota rombongannya direncanakan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, pada Sabtu (21/2) sore. Dalam delegasi AFC ini terdapat tiga presiden dari asosiasi sepakbola anggota AFC, yakni Morawi Makudi, Presiden Federasi Sepakbola Thailand (FAT) yang juga anggota Exco FIFA, Phouvanh Vongsuthi, Presiden Sepakbola Laos, Francisco Kalbuadi, Presiden Federasi Sepakbola Timor Leste, dan Nguyen Trong Hy, Presiden Federasi Sepakbola Vietnam,
Menurut rencana, Hammam dan seluruh delegasi AFC pada Sabtu malam akan melakukan pertemuan dengan Ketua Umum PSSI Nurdin Halid dan jajaran Komite Excecutive (Exco) PSSI.
Sosialisasi Munaslub
Raparnas merupakan kegiatan tahunan organisasi yang bertujuan untuk mengevaluasi program kerja yang sudah dilakukan, dan merancang serta menetapkan rencana kerja dari tahun yang berjalan. Dalam Bab II ayat 22.1.1 Pedoman Dasar (PD) PSSI, peserta Raparnas antara lain Pengurus Pusat, Pengurus Daerah, serta perwakilan klub anggota PSSI.
Di samping jajaran pengurus pusat PSSI, peserta Raparnas lainnya adalah ketua-ketua dari 33 Pengda PSSI, serta 18 pimpinan klub anggota Indonesia Super League (ISL) dan 34 pimpinan klub anggota kompetisi Divisi Utama Liga Esia Indonesia. Masing-masing pengda dan klub Liga Super serta Divisi Utama diwakilkan oleh satu orang.
Menurut keterangan Nugraha Besoes, pelaksanaan Raparnas kali ini sekaligus akan dimanfaatkan sebagai bagian dari sosialisasi untuk penyelenggaraan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) PSSI yang direncanakan pada 18-19 April, bertepatan dengan perayaan HUT ke-79 PSSI. Agenda utama Munaslub adalah untuk meratifikasi Pedoman Dasar (PD) PSSI menjadi Statuta PSSI, yang sudah mengadopsi Statuta FIFA.
FIFA secara resmi sudah menyetujui draf Statuta PSSI. Finalisasi penyempurnaan Statuta PSSI yang mengacu pada Statuta FIFA dilakukan dalam pertemuan mediasi antara delegasi PSSI, perwakilan AFC dan perwakilan FIFA, pada 13 Februari di AFC House, Kuala Lumpur. Dalam surat yang ditandatangani Jer’ome Valcke pada 16 Februari, FIFA juga menghendaki agar PSSI segera melaksanakan Kongres atau Munas pada Juni 2009.
Setelah ratifikasi Pedoman Dasar (PD) PSSI menjadi Statuta PSSI diberlakukan pada Munaslub, maka hak suara dalam Kongres atau Munas PSSI akan mengalami penyusutan. Jika Munaslub masih akan menghadirkan sekitar 560-an anggota PSSI yang memiliki hak suara, maka pemilik suara pada Kongres atau Munas terdegradasi menjadi 108.
Ke-108 pemilik hak suara pada Kongres atau Munas ini adalah 33 Pengda, 18 klub anggota Liga Super, 16 klub anggota Divisi Utama, 14 klub anggota Divisi I, 12 klub anggota Divisi II, 10 klub anggota Divisi III, dan lima suara dari asosiasi, yakni futsal, sepakbola wanita, wasit, pelatih dan pemain.