KORAN WONOPRINGGO

Inspirasi dan Referensi Terpercaya Di Pekalongan

Arsip untuk ‘Nasional’ Kategori

Proses Pembebasan Manohara Odelia Pinot

Posted by koranwopi pada Mei 31, 2009

pembebasan-manohara

Setelah lama diberitakan tentang penyiksaan terhadap dirinya, akhirnya model cantik Manohara Odelia Pinot bebas dari Kerajaan Kelantan dan bisa pulang kembali ke Indonesia yaitu tepatnya di Jakarta.

Dengan Menggunakan pesawat Garuda Airlines dengan nomor penerbangan DA 738 dari Singapura, pesawat yang membawa Manohara dan bersama Ibunya yaitu Deasy Fajarina dan beserta kerabat keluarganya langsung mendarat di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta pada pukul 07.48 WIB, Minggu.

Tak lama berselang, Manohara Keluar dari bandara sekitar pukul 08.30, dan langsung disambut oleh sang kakak, Dewi dan sang mama Deasy, beserta perwakilan dari Departemen Luar Negeri.

Manohara terus menebarkan senyum pada para wartawan yang meliput pada hari minggu ketika turun dari pesawat dan di sambut oleh keluarga dengan tangis bahagia..manohara telah kembali kepangkuan ibu pertiwi.

“I’m Very happy, bisa pulang ke Indonesia, thanks everyone, terima kasih untuk semuanya, you are the best,” ungkap Manohara dengan wajah berseri-seri sambil seiring meneteskan air mata haru yang tak bisa ia bendung, karena penantian selama berbulan-bulan untuk bertemu kembali keluarganya di Indonesia yang baru hari ini tercapai berkat kerjasama KBRI dan Deplu Indonesia.

Proses pembebasan Manohara sendiri, terjadi karena dilakukan oleh ibu Mano dari lantai 3 Hotel Royal Palace Singapura pada pukul 02.00 waktu setempat. Dan karena diindikasi terjadi kekerasan, Kepolisian Singapura langsung memberikan perlindungan terhadap Manohara, memang Mano sendiri sempat katanya berteriak minta tolong kepada orang-orang yang ada di sekitarnya yaitu di dalam Mall Lantai 3 Royal Palace tersebut . “Seandainya Tengku Fakhry tidak mau melepaskan Manohara, maka dia akan ditahan oleh Polisi Singapura” ujar Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Departemen Luar Negeri RI, Teguh Wardoyo.

Dan aku dengar2 sih.. katanya yah.. pembebasan ini melibatkan banyak pihak dari Kepolisian Singapura Kedubes RI di Singapura, Kedubes Malaysia, dan 2 Anggota FBI. wahhh.. wahh…!! kayak di film2 aja nih

Ditulis dalam Nasional, Politik & Hukum, Selebritas | 2 Komentar »

Mega Sayangkan Menteri Jadi Tim Sukses

Posted by koranwopi pada Mei 31, 2009

Ramadhian Fadillah – detikPemilu

mega-baliho

Jakarta – Sejumlah menteri terlibat sebagai tim sukses (timses) capres dan cawapres. Pasangan Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto pun menyayangkan hal tersebut.

“Seharusnya saat kampanye, timses tidak boleh datang dari kabinet. Karena hal ini akan mengganggu pekerjaan menteri itu,” ujar capres PDIP-Gerindra, Megawati Soekarnoputri.

Hal tersebut disampaikan Mega saat meresmikan Mega-Prabowo Media Center (MPMC) di Jl Prapanca No 39, Jakarta Selatan, Kamis (28/5/2009).

Menurut Mega, dengan menjadi timses, seorang menteri tentunya tidak bisa fokus pada pekerjaannya. Saat ia menjadi timses, otomatis pekerjaannya akan diserahkan pada dirjen atau irjennya. Kinerja pemerintah pun akan terhambat.

“Kalau begini pengawasannya bagaimana,” tanya Mega.

Menurut Mega, hal ini pun berpotensi menciptakan konflik dalam kabinet. Ia menjelaskan seharusnya dalam kabinet tidak boleh lagi menteri membawa-bawa asal partainya. Semuanya merupakan satu kesatuan.

“Jangan ada pengkotak-kotakkan. Jangan ada yang bilang ini menterinya Mas Prabowo, ini menterinya saya. Semuanya harus melebur,” jelas Mega.

Beberapa menteri yang menjadi tergabung dalam timses SBY antara lain Freddy Numberi, Lukman Edy, Taufiq Effendi, Jero Wacik, Hatta Rajasa dan Suryadharma Ali. Menteri pendukung JK-Wiranto antara lain Fahmi Idris, Paskah Suzetta dan Aburizal Bakrie.

( rdf / nrl )

Ditulis dalam Nasional, Politik & Hukum, Seputar Pemilu | Tinggalkan sebuah Komentar »

KPU Akan Tetapkan DPT Pilpres

Posted by koranwopi pada Mei 31, 2009

Didit Tri Kertapati – detikPemilu

kpu_dalem

Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar rapat untuk menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) untuk Pemilu Presiden 2009, Minggu (31/5/2009). KPU seluruh provinsi dan Pokja luar negeri diundang untuk menyampaikan langsung jumlah DPT di wilayahnya masing-masing untuk kemudian dilakukan rekap secara nasional.

“Sebelumnya penetapan sudah dilakukan secara berjenjang, ini tinggal yang secara nasional saja,” kata anggota KPU Andi Nurpati kepada wartawan di KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Minggu (31/5/2009).

Menurut Andi, rapat akan dimulai pukul 10.00 WIB. Perwakilan 20 KPU provinsi sudah hadir. Sisanya yang belum hadir masih dilakukan komunikasi.

“Mudah-mudahan bisa tepat waktu, diusahakan hari ini kita harus final karena ini jadwal maksimal KPU,” harap Andi.

Dalam UU Pemilu disebutkan penetapan DPT paling lambat dilakukan 30 hari sebelum masa penyontrengan. Bila hari ini penetapan tidak tercapai maka belum ada pelanggaran UU karena KPU masih punya tenggang waktu 8 hari.

( ddt / iy )

Ditulis dalam Nasional, Politik & Hukum, Seputar Pemilu | 1 Komentar »

Hanya Terpaksa, Jabat Tangan SBY dan Mega Kurang Bermakna

Posted by koranwopi pada Mei 31, 2009

Shohib Masykur – detikPemilu

megasbydalam

Jakarta – Presiden SBY sempat berjabat tangan dengan mantan presiden Megawati saat pengundian nomor urut peserta Pilpres 2009 di KPU kemarin. Namun jabat tangan itu dinilai kurang bermakna karena tidak tulus dan hanya didorong oleh keterpaksaan.

“Sebenarnya jabat tangan itu bukan keinginan mereka berdua, tapi karena terpaksa harus berjabat tangan, karena program KPU,” kata pengamat politik UI Maswadi Rauf saat dihubungi detikcom, Minggu (31/5/2009).

Menurut Maswadi, karena didorong oleh keterpaksaan dan bukan ketulusan, jabat tangan itu tidak bermakna banyak. Raut keengganan masih terbayang jelas di wajah keduanya, terutama Megawati.

“Kelihatan betul Mega ingin menghindar, lalu ditarik oleh orang-orang supaya mendekat. Sangat kelihatan keengganan Mega,” tutur Maswadi.

Padahal yang diharapkan adalah kedua elit politik itu bisa bertemu dan berjabat tangan secara tulus dengan keinginan mereka sendiri. Dengan demikian barulah tercipta ‘perdamaian’ antara dua tokoh berpengaruh di Indonesia tersebut.

Meski begitu, menurut Maswadi, bukan berarti jabat tangan kemarin sia-sia belaka. Berawal dari keterpaksaan, diharapkan jabat tangan itu nantinya akan berubah menjadi tulus.

Jabat tangan terpaksa itu ibarat latihan bagi keduanya. Terlebih mereka masih memiliki ‘momen memaksa’ lainnya, yakni ketika debat capres yang berlangsung 3 kali di mana mereka juga diharuskan saling berjabat tangan.

“Paling tidak dengan terpaksa mereka mulai terbiasa. Kita harapkan jadi cair kebekuan itu sehingga bisa lebih mudah buat mereka,” kata Maswadi.

( sho / sho )

Ditulis dalam Nasional, Politik & Hukum, Seputar Pemilu | 3 Komentar »

Gerindra-Hanura Tanggapi Dingin Manuver Politik Koalisi

Posted by koranwopi pada April 23, 2009

JAKARTA, KOMPAS.com — Pecahnya kongsi Partai Demokrat-Partai Golkar dan kemudian merapatnya Partai Golkar ke PDI-P ditanggapi dingin oleh dua partai politik baru, yang dipastikan lolos ambang batas perolehan suara (electoral threshold), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Hanura.

Walau sebelumnya kedua parpol sama-sama mengusung nama calon presiden sendiri, Prabowo Subianto dan Wiranto, maraknya manuver politik yang terjadi belakangan, menjelang pengajuan calon presiden dalam pemilihan umum presiden nanti, diyakini tidak menguntungkan atau pun merugikan bagi keduanya.

Menurut Ketua Umum Partai Gerindra, Suhardi, Kamis (23/4), pihaknya saat ini sebatas menyiapkan tiga macam skenario politik yang mungkin dilakukan untuk menyikapi berbagai perkembangan dan kondisi peta perpolitikan yang bakal terjadi di masa mendatang.

“Strategi untuk tetap mengusung nama Pak Prabowo menjadi calon presiden tetap oke. Namun, kami juga tidak menutup kemungkinan berkoalisi dengan parpol lain. Beberapa waktu lalu kami juga sudah sempat didekati Partai Golkar. Prinsipnya, sepanjang masih sejalan dengan visi dan misi Partai Gerindra, kami tidak memasalahkan,” ujar Suhardi.

Ketiga skenario politik yang disiapkan Partai Gerindra, antara lain, melanjutkan koalisi dengan PDI-P yang sejak awal dilakukan. Selain itu, Partai Gerindra juga membuka kemungkinan bergabungnya Partai Golkar yang kemudian diikuti dengan mencari kesepakatan bersama soal pasangan mana akan disusung dalam pemilu presiden mendatang.

Sedangkan kemungkinan ketiga, tambah Suhardi, bersama sejumlah partai politik lain yang sudah dijajaki sebelumnya, melanjutkan upaya mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden yang akan maju dalam kompetisi Pilpres 2009.

Dengan tiga skenario tadi, Suhardi mengaku yakin Partai Gerindra punya banyak pilihan untuk bersikap dan mengantisipasi berbagai kemungkinan serta kondisi politik yang terjadi dan terus berkembang di masa mendatang.

Di tempat terpisah, juru bicara Partai Hanura Yogi Soehandoyo menegaskan, pihaknya akan tetap berkomitmen mengusung kesepakatan Teuku Umar terlebih dahulu dan tidak akan membicarakan kemungkinan-kemungkinan berkoalisi dengan parpol mana pun.

Seperti diwartakan, sejumlah tokoh penting parpol-parpol termasuk Wiranto mendeklarasikan Kesepakatan Teuku Umar di kediaman Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, yang pada intinya menggugat dugaan kecurangan yang terjadi dalam pemilu presiden lalu, yang berdampak menghilangkan puluhan juta hak suara warga negara Indonesia.

“Komitmen kami tetap, pemerintah dan KPU harus mempertanggungjawabkan kesalahan dan dugaan kecurangan yang terjadi kemarin akibat banyak warga masyarakat yang tidak terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT). Kami tidak akan merasa ditinggalkan oleh parpol lain dalam hal koalisi,” ujar Soehandoyo.

Terkait maraknya manuver politik antarparpol untuk mengusung calon-calon masing-masing, Soehandoyo menyatakan, Partai Hanura tidak ingin terlihat seolah haus kekuasaan karena mengingat hal prinsip, pertanggungjawaban hak suara masyarakat yang hilang, jauh lebih penting untuk dituntaskan.

“Kami yakin, PDI-P tetap bersikap bijak dan cerdas dalam menyikapi strategi yang dilancarkan Partai Golkar. Sosok Pak Wiranto itu sudah banyak pengalaman dalam pemerintahan, beliau paham kondisi yang terjadi. Kami tidak mau terkesan seperti haus kekuasaan dengan meributkan soal koalisi di saat seperti ini,” ujar Soehandoyo.

DWA

Ditulis dalam Nasional, Politik & Hukum, Seputar Pemilu | Tinggalkan sebuah Komentar »

JK-Mega Akan Bicara dari Hati ke Hati

Posted by koranwopi pada April 23, 2009

2055577p

Para petinggi Golkar dan PDI Perjuangan seusai pertemuan di kediaman Ketua Umum Partai Golkar, Jusuf Kalla, Kamis (23/4) malam, di Jakarta

Laporan wartawan KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Golkar dan PDI Perjuangan akan melanjutkan pertemuan antarkedua partai untuk membicarakan format koalisi yang akan dibangun. Jika berkoalisi, bagaimana posisi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Ketua Umum Partai Golkar yang sama-sama sudah ditetapkan sebagai capres?

Saat ditanya mengenai hal ini, Ketua Dewan Pertimbangan PDI Perjuangan Taufik Kiemas menjawab santai, “Besok Pak JK akan datang ke rumah Ibu Mega dan akan kita antar agar Ketua Umum Golkar dan PDI Perjuangan bisa bicara berdua saja dari hati ke hati,” kata Taufik, seusai pertemuan dengan petinggi Golkar, di kediaman Jusuf Kalla, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/4).

“Kalau bisa pembicaraan bisa diselesaikan sesingkat-singkatnya,” lanjut suami Megawati ini sambil tertawa.

Permasalahan yang akan dibicarakan, menurut dia, salah satunya mengenai persoalan yang lebih besar. Pertemuan antara Mega dan JK akan dilangsungkan di kediaman Mega, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, pada hari Jumat besok pukul 19.30.

Ditulis dalam Nasional, Politik & Hukum, Seputar Pemilu | Tinggalkan sebuah Komentar »

Golkar-PDI-P Sepakat Bangun Pemerintahan yang Kuat

Posted by koranwopi pada April 23, 2009

2016365p

Ketua Umum DPP Partai Golkar, Jusuf Kalla (tiga dari kanan) bersama para petinggi partainya menyambut rombongan fungsionaris Partai PDI Perjuangan yang dipimpin oleh Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDIP, Taufik Kiemas (dua dari kiri) di kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/4). Pertemuan tokoh elit kedua partai ini dalam rangka penjajakan koalisi untuk Pemilu Presiden mendatang

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sepakat untuk bermitra dalam rangka menghadapi pertarungan Pemilihan Presiden 2009.

“Golkar dan PDI Perjuangan sepakat untuk membangun pemerintahan yang kuat sebagaimana yang kita cita-citakan,” ujar Ketua Umum Partai Golkar M Jusuf Kalla, Kamis (23/4) malam, seusai melakukan pertemuan tertutup dengan tim Moncong Putih.

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Dewan Pertimbangan Pusat Taufik Kiemas, Sekretaris Jenderal Pramono Anung, Ketua DPP Tjahjo Kumulo, putri Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Puan Maharani. Di kubu pohon beringin, selain JK, tampak Sekretaris Jenderal Sumarsono dan Ketua Dewan Penasihat Surya Paloh.

Sebagai bentuk tindak lanjut pertemuan tersebut, esok hari JK akan menemui pihak PDI Perjuangan pada pukul 19.30 di kediaman Megawati, Jl Teuku Umar, Jakarta Pusat. Serangkaian pertemuan dijadwalkan akan dilakukan guna membahas kerja sama tersebut.

HIN

Ditulis dalam Nasional, Politik & Hukum, Seputar Pemilu | Tinggalkan sebuah Komentar »

Jaksa Esther dan Dara Perlu Diperiksa Lagi

Posted by koranwopi pada April 23, 2009

JAKARTA, KOMPAS.com — Polisi masih merasa perlu memeriksa sekali lagi jaksa Esther Thanak dan jaksa Dara Veranita, sebelum melimpahkan berkas pemeriksaan keduanya sebagai tersangka ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

“Satu kali lagi, berkas keduanya siap dilimpahkan ke Kejaksaan,” kata Petrus Katoma, pengacara dari kedua jaksa yang diduga menggelapkan barang bukti berupa 343 butir ekstasi, kepada wartawan seusai mendampingi kliennya di Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (23/4).

Petrus mengatakan, keduanya akan menjalani pemeriksaan lanjutan pada wajib lapor selanjutnya. Namun, dia tidak memastikan kapan wajib lapornya. Jika tidak Senin (27/4), lanjutnya, hari Jumat (1/5) depan Esther-Dara menjalani pemeriksaan terakhir.

Pukul 09.00 tadi, keduanya telah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka atas kasus penggelapan barang bukti tersebut. Pemeriksaan dilakukan setelah keduanya memenuhi wajib lapor rutin. Keduanya diperiksa paling tidak selama sembilan jam.

Namun, Petrus tidak bersedia merinci pemeriksaan terhadap kedua kliennya. Petrus juga mengelak telah melakukan penolakan terhadap pemeriksaan yang dilakukan kepolisian. “Tidak ada penolakan. Kami proaktif saja. Kami ikuti sesuai prosedur saja. Kita menghargai itu,” tuturnya sambil berlalu.

Sebelumnya, pengacara Esther dan Dara menyatakan, kliennya tidak akan memenuhi panggilan kepolisian karena penyidikan polisi cacat hukum. Keduanya pun mengirimkan surat kepada Ditnarkoba Polda Metro Jaya untuk berkoordinasi tentang hal tersebut.

Sementara itu, Esther dan Dara tidak bersedia dimintai keterangan. Keduanya hanya menunduk dan menyembunyikan wajahnya dengan menggunakan map. Wanita berambut pendek itu pun berusaha menghindari wartawan dan meminta perlindungan dari tim pengacara lain.
BOB

Ditulis dalam Nasional, Politik & Hukum | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.