KORAN WONOPRINGGO

Inspirasi dan Referensi Terpercaya Di Pekalongan

Arsip untuk ‘Ekonomi & Bisnis’ Kategori

Wanita pebisnis jadi barometer kesetaraan gender

Posted by koranwopi pada April 23, 2009

JAKARTA: Menteri Negara Koperasi dan UKM Suryadharma Ali menegaskan keterlibatan kaum perempuan dalam dinamika dunia usaha menjadi barometer perjuangan kesetaraan gender.

“Kelebihan multiperan wanita adalah memiliki kepekaan tinggi terhadap pasar, keteladanan dan kesabaran,” kata Suryadharma Ali pekan lalu.

Menurut dia, keterlibatan perempuan pengusaha melalui koperasi juga berpengaruh luas di masyarakat. Mereka tidak hanya mampu memberi konstribusi ekonomi keluarga dan sekitar, tetapi berkontribusi meningkatkan pendapatan nasional.

Persentase perempuan dalam dinamika usaha mencapai 50,1% berbanding 49,9% dengan kaum lelaki. Angka ini menunjukkan potensi sumber daya manusia didominasi kaum perempuan, utamanya di bidang usaha mikro, kecil menengah.

Dominasi tersebut terutama pada sektor industri garmen, kerajinan, makanan, dan minuman serta sektor informal lain. Dalam berkoperasi, perempuan telah menunjukkan eksistensinya melayani keuangan industri usaha mikro dan kecil.

“Dengan modal yang mereka miliki itu, akan lebih bermanfaat bila dioptimalkan melalui partisipasi dalam usaha koperasi. Melalui wadah ini perempuan dapat mengelola dana masyarakat semaksimal mungkin,” ujarnya.

Salah satu program yang digulirkan adalah Perempuan Keluarga Sehat dan Sejahtera (Perkassa). Program yang diluncurkan sejak 2006 itu merupakan penguatan permodalan usaha kecil perempuan melalui koperasi simpan pinjam.

Dana yang telah disalurkan sejauh ini sebanyak Rp44,3 miliar kepada 443 koperasi perempuan, dengan perincian 222 unit koperasi berpola syariah dan 221 koperasi konvensional.

Menurut Menteri, setiap kelompok koperasi memperoleh Rp100 juta. Penyaluran dana dilakukan Deputi Pembiayaan Kementeri Negara Koperasi dan UKM melalui Dinas Koperasi Kabupaten/Kota. Namun, saat ini dialihkan ke Lembaga Penyalur Dana Bergulir (LPDB).

Ditunda

Secara terpisah, Deputi Menteri Negara Koperasi dan UKM Bidang Pembiayaan Agus Muharram mengatakan penyaluran dana Program Perempuan Keluarga Sehat dan Sejahtera (Perkassa) ditunda, menyusul pertimbangan untuk kembali disalurkan melalui Kementerian Negara Koperasi dan UKM.

Dana Program Perkassa yang awalnya disalurkan Kementerian Koperasi dialihkan pengelolaannya ke Lembaga Penyalur Dana Bergulir, Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil Menengah (LPDB-KUMKM) sejak setahun lalu.

Namun, menurut Agus Muharram, Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM, sejumlah institusi seperti Kantor Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan mengusulkan penyaluran dana program itu dikembalikan kepada institusinya.

“Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan resmi melayangkan permohonan pertimbangan tersebut kepada kami, karena selama ini mereka juga ternyata turut memberdayakan kaum perempuan melalui koperasi,” ujar Agus.

Pogram Perkassa, kata Agus, tengah dievaluasi mekanisme penyalurannya sehingga ada penundaan, tetapi bukan berarti penguatan permodalan untuk kelompok ini terhenti total.

Menurut dia, penyaluran dana Rp100 juta bagi tiap koperasi yang dikelola perempuan, masih dilayani melalui LPDB, melalui Kredit Pemberdayaan Masyarakat Koperasi (Kridamaskop) yang seleksinya berdasar pada kelayakan usaha.

Perkassa, kata Agus, kemungkinan diarahkan masuk Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri.

Operasional PNPM Mandiri berada di bawah koordinasi Kantor Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) dengan salah satu programnya terkait dengan penciptaan lapangan kerja serta penanggulangan kemiskinan.

“Pemberdayaan usaha mikro dan kecil dalam PNPM Mandiri masuk Klaster III yang belum bankable. Kegagalan pengembalian pinjaman selama ini rasional, di bawah 5%,” ujar Agus.

Dana Perkassa yang disalurkan Deputi Bidang Pembiayaan ketika itu mensyaratkan penerima sudah menjalankan bisnis, tetapi belum terlayani bank.

Sumber : Bisnis Indonesia

Ditulis dalam Ekonomi & Bisnis, Koperasi & UKM | Tinggalkan sebuah Komentar »

Bikin Perdagangan BEI “Down”, Trimegah Bakal Kena Sanksi

Posted by koranwopi pada April 23, 2009

152210p

JAKARTA, KOMPAS.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan akan memberikan sanksi kepada PT Trimegah Securities Tbk (TRIM) terkait dengan gangguan sistem internal TRIM yang mengakibatkan sistem perdagangan BEI terhenti (error) sejak pukul 14.26 waktu JATS.

Namun bentuk sanksi yang akan diberikan pada Trimegah belum bisa ditetapkan saat ini, dan akan diputuskan besok pagi (24/4), kata Direktur Perdagangan Saham, Penelitian dan Pengembangan BEI, M.S. Sembiring di Jakarta, Kamis (23/4). “Tentu BEI akan memberikan teguran keras kepada Trimegah. Bentuknya bisa berupa sanksi suspensi atau lainnya,” ujar Sembiring.

Dia menambahkan, BEI juga sedang melakukan audit terhadap sistem internal Trimegah. Jika BEI menilai bahwa sistem internal Trimegah belum siap menjalankan remote trading, BEI akan mematikan fasilitas remote trading Trimegah pada perdagangan Jumat.

“Kami akan melakukan audit atas sistem Trimegah. Jika BEI menilai belum cukup baik, maka Trimegah besok tidak bisa menggunakan fasilitas remote trading,” kata Sembiring.

Sementara itu, setelah sempat terhenti perdagangan saham kembali dilanjutkan pukul 15.45 Waktu JATS. Indeks Harga Saham Gabungan sendiri berakhir ditutup turun     22,532 poin atau   1,39 persen pada 1.592,700.
EDJ
Sumber : Ant

Ditulis dalam Ekonomi & Bisnis, Investasi & Korporasi | Tinggalkan sebuah Komentar »

Pemerintah Berantas Peredaran Rokok Ilegal

Posted by koranwopi pada April 23, 2009

JAKARTA (SI) – Pemerintah terus memberantas peredaran produk rokok ilegal terkait peredaran cukai palsu yang beredar di masyarakat. Aksi tersebut diimplementasikan dengan penutupan paksa sekitar 149 pabrik rokok di Malang, Jawa Timur.Kebijakan ini mengacu pada pemberlakuan Peraturan Menteri Keuangan No 203/PMK.011/2008 tentangPenyesuaian TarifCukaiHasil Tembakau sekitar 7%, mulai 1 Februari 2009. Direktur Industri Minuman dan Tembakau Ditjen Industri Agro dan Kimia Departemen Perindustrian (Depperin) Warsono mengatakan, Depperin akan terus menutup secara paksa sejumlah pabrik rokok skala menengah kecil yang terbukti memasang pita cukai palsu. Langkah tersebut sebagai upaya menyinergikan kebijakan pemerintah tentang penggunaan cukai rokok. ”Negara berkomitmen akan terus memerangi peredaran cukai ilegal dan memaksa pelaku industri rokok ilegal menutup usahanya. Penggunaan pita cukai palsu akan merugikan negara,”papar dia saat dikonfirmasi kemarin. Dia menjelaskan, penerapan Permenkeu tersebut mampu menurunkan peredaran rokok ilegal baik berupa rokok polos (tanpa pita cukai), cukai palsu, hingga pita yang pelekatannya tidak sesuai peruntukannya. Berdasarkan catatan SI, sebanyak 149 pabrik rokok yang beroperasi di Malang, ditutup paksa dan dicabut izin usahanya oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pasar. Sejumlah pabrik itu dinilai ilegal karena melakukan berbagai pelanggaran, di antaranya menggunakan cukai palsu. Ketua Umum Gabungan Produsen Pabrik Rokok Indonesia (Gaprindo) Ismanu Soemiran menjelaskan, langkah pemerintah menutup sejumlah pabrik rokok ilegal telah sesuai dengan kebijakan yang berlaku. (agung kurniawan)

Ditulis dalam Ekonomi & Bisnis | Tinggalkan sebuah Komentar »

Modal Asing Masuk USD2 M

Posted by koranwopi pada April 23, 2009

JAKARTA(SI) – Pemerintah mencatat aliran modal ke dalam negeri selama kuartal I/2009 mencapai USD2 miliar.Hal ini menunjukkan membaiknya persepsi investor terhadap kondisi makroekonomi Indonesia.

”Selama ada persepsi yang bagus, investor akan memiliki rasa percaya diri untuk masuk,” ujar Menteri Keuangan (Menkeu) sekaligus pelaksana jabatan Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati, dalam acara seminar perancangan RKP (Rancangan Kerja Pemerintah) 2010 bertema ”Pemulihan Perekonomian Nasional dan Pemeliharaan Kesejahteraan Rakyat” di Jakarta kemarin.

Menkeu menuturkan, aliran modal dunia saat ini cenderung kembali ke negara-negara maju akibat krisis ekonomi global.Arus modal ke negara berkembang yang biasanya mencapai USD800 miliar saat ini hanya mencapai USD170 miliar, itu pun diperebutkan banyak negara.

Karena itu, Sri Mulyani mengatakan bahwa para birokrat harus cepat merespons aliran modal masuk tersebut. Sebab, tegas dia, masuknya arus modal inilah yang akan bisa membuka lebih banyak lapangan kerja dan pada akhirnya meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Depkeu Anggito Abimanyu sebelumnya mengatakan, investasi asing yang masuk pada kuartal pertama ini di antaranya adalah penanaman modal Qatar Telecom (Qtel) di PT Indosat Tbk dan penerbitan obligasi valas jangka menengah (Global Medium Term Notes/ GMTN). Arus modal ini, kata dia, juga memperkuat cadangan devisa Indonesia yang saat ini mencapai USD54 miliar.

Kepala Ekonom PT Bank Negara Indonesia Tbk A Tony Prasetyantono menilai, kepercayaan investor terhadap Indonesia memang terus mengalami pemulihan. ”Ada kecenderungan pemulihan, meski agak pelan,” ujarnya kemarin.

Menurut dia, terdapat beberapa faktor yang mendorong pemulihan kepercayaan investor terhadap Indonesia, di antaranya basis permintaan domestik yang cukup besar, sehingga pertumbuhan ekonomi tetap positif. Selain itu, ekonomi dalam negeri juga memiliki komoditas primer yang tahan krisis sehingga menjadi basis tersendiri dalam menopang kegiatan perekonomian nasional.

Kondisi perekonomian yang tak terlalu bergantung pada ekspor manufaktur seperti Singapura, Hong Kong, Korea Selatan, dan Taiwan, juga menjadi faktor penting di balik ketertarikan investor asing. Tony menambahkan, sektor finansial domestik yang tidak terlibat dalam transaksi derivatif sebagaimana negara-negara maju juga menyebabkan ekonomi Indonesia masih kuat sehingga tetap menarik di mata investor.

Situasi politik Thailand yang kurang kondusif juga menambah ketertarikan investor pada Indonesia.Ke depan,Tony masihcukupoptimistisarusmodalasing yang masuk akan meningkat.”Terlebih bila kondisi keamanan di tahun pemilu ini dapat dipertahankan seperti saat ini,”cetusnya.

Tantangan di Kuartal II/III 2009

Pada kesempatan tersebut, Sri Mulyani juga mengatakan bahwa perekonomian Indonesia akan memasuk titik paling berat pada kuartal kedua dan ketiga tahun ini. Tantangan terberat pada perekonomian nasional tahun ini hingga 2010, kata dia, adalah ekspor dan investasi yang diperkirakan turun akibat imbas krisis keuangan global.

”Pertumbuhan ekonomi kita masih ditopang konsumsi dan investasi karena ekspor menurun. Periode ini mungkin yang paling berat,”ujarnya. Pada kuartal I/2009, kata Menkeu, pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan masih aman pada kisaran 4,3–4,8% dengan titik tengah 4,5-4,6%.

Namun, kondisi ini disebabkan tingkat konsumsi masyarakat masih kuat,yang salah satunya didukung belanja kampanye menjelang pemilihan umum legislatif 9 April lalu. Karena itu, kata dia, pada kuartal II dan III, hilangnya belanja kampanye harus dikompensasi dengan realisasi dana stimulus guna menjaga tingkat konsumsi masyarakat. (meutia rahmi/zaenal muttaqin)

Ditulis dalam Ekonomi & Bisnis | Tinggalkan sebuah Komentar »

Berita Baru

Posted by koranwopi pada Februari 15, 2009

belum ada berita

Ditulis dalam Bola Mania, Buaran, Doro, Ekonomi & Bisnis, Fashion, Infrastruktur, Internasional, Investasi & Korporasi, Iptek & Sains, Kajen, Kedungwuni, Keluarga, Kesehatan, Kesesi, Kolom Tokoh, Koperasi & UKM, Kuliner, Metro Pekalongan, Musik dan Film, Nasional, Opini, Otomotif, Otosport, Paninggaran, Pelayanan Umum, Pendidikan, Politik & Hukum, Ragam Olahraga, Rumah & Taman, Sastra & Budaya, Selebritas, Seputar Jawa Tengah, Seputar Pemilu, Techno Comunity, Wiradesa, Wisata, Wonopringgo | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.