KORAN WONOPRINGGO

Inspirasi dan Referensi Terpercaya Di Pekalongan

Arsip untuk April 25th, 2009

SOETEDJO BANTU ANAK PENDERITA GIZI BURUK

Posted by koranwopi pada April 25, 2009

Pak Soetedjo Yuwono mantan Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Sesmenko Kesar) berasal dari BKKBN bahkan mengawali tugasnya sebagai Petugas Lapangan Keluarga Berencana PLKB), maka beliau tahu betul permasalahan yang ada di sekelilingnya.
Dalam sosialisasi menjelang Pemilu medio awal Desember 2008, yang berlangsung di area Koperasi Pegawai Negeri Kecamatan Paninggaran, Pekalongan dihadiri sebanyak 280 orang, Pak Tedjo berdialog akrab dengan ibi-ibu yang hadir.
Munawar, Pengurus Kecamatan Golkar Paninggaran menjawab pertanyaan Gemari selanjutnya berkata dalam forum tanya jawab itu diketahui adanya dua anak kurang gizi di Desa Tanggeran. “Yang saya jumpai di lapangan Pak Tedjo itu orangnya memang tanggap. Memang kenyataannya begitu Pak,” ucap Munawar, Pengurus Kecamatan Partai Golkar Paninggaran sembari mencontohkan, tanpa diacarakan usai acara sosialisasi Pak Tedjo turun ke lapangan.
“Pak Tedjo minta diantar menemui dua anak yang menderita gizi buruk yang ketika itu langsung memberikan bantuan masing-masing 1 juta rupiah, “ ucap Dirdjo, perangkat dusun yang giat memperhatikan kemajuan desanya. Munawar menambahkan ketika terjadi Bencana Alam di Potosari, Pak Tedjo juga menyempatkan berkunjung ke rumah korban bencana antara lain ke rumah Pak Hadi Waluyo, warga desa Potosari yang tertimpa musibah.
Dijumpai Gemari di di desanya (TANGGERAN) pertengahan Januari 2009 mBah Ripah melalui Gemari menyampaikan ucapan terima kasihnya.“Matur kesuwun sanget diparingi arta Pak Tedjo. Kula nderek ndedonga Pak Tedjo diparingingana lancar, waras, teguh rahayu, gagah perkosa, adohno bilahi, cedakna rejeki, nyambut gawe diparingana lancar ,”(Terima kasih sekali diberi uang Pak Tedjo.Saya ikut berdoa, Pak Tedjo diberi Alloh kelancaran, kesehatan, kuat dan sehat, gagah dan kuat, jauh dari bencana, didekatkan dan dilancarkan pekerjaanya), ucap Mbah Ripah dan Bu Fatriah dengan mata berkaca, di amini seluruh yang hadir
Mbah Ripah yang menggendong cucunya Sintia Ernawati, berkata dua bulan lalu cucunya kurang gizi. Bersyuku sekarang cucunya sudah jauh lebih sehat. Sudah tidak pucat dan mau jalan. Hal serupa diucap ibu Fatriah yang menggendong Syafaul Jannah (anak kedua). Sang suami Wahudi yang sehari-hari bekerja mencari rumput untuk hewan yang “digaduh”nya bersyukur anaknya sudah mulai bugar.
Bu Bidan Yatini didampingi Ahmad Susiyanto (suami) serta Kader Desa antara lain Bu Titik Sukarsih, Bu Kasmirah, menjawab Gemari berkata sekarang seperti teman lain sedesanya Ernawati dan Syafaul Jannah selalu dibawa mengikuti kegiatan Posyandu. “Sebenarnya masyarakat di Tanggeran sejak dulu sudah rajin mengikuti Posyandu. Hanya saja ada yang menjadi malu ketika timbangaannya tidak naik-naik, ucap Bu bidan Yatini. (H.Nur)

Ditulis dalam Paninggaran, Pelayanan Umum, Politik & Hukum | Tinggalkan sebuah Komentar »

Putus Cinta, Tenggak Racun Serangga

Posted by koranwopi pada April 25, 2009

PEKALONGAN – Kisah remaja warga Desa Salakbrojo Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan ini layaknya sinetron. Gara-gara putus cinta nekat mengakhiri hidup dengan menenggak racun serangga.
Pemuda malang itu adalah Purniawan 18, warga Dukuh Brajan Kulon RT 05 RW 02, Desa Salakbrojo, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Ia mengakhiri hidup dengan meminum racun serangga merek Indodan 350 cc, Sabtu (18/4) kemarin sekitar pukul 17.30 WIB. Tewasnya Purniawan menggemparkan warga yang akan melaksanakan sholat Magrib.
Dalam sepekan terakhir, korban tampak murung. Usut punya usut, dia baru putus cinta. Diduga karena tak kuat menanggung derita batin, korban memutuskan menghabisi nyawanya sendiri.
Tewasnya Purniawan kali pertama diketahui ibu kandungnya Asiah, 50, saat beristirahat di ruang tengah. Saat itu, Asiah melihat anaknya  muntah-muntah. Segera Asiah menyuruh Supeno, 24, yang juga kakak korban, minta tolong pada tetangganya.  Sayang,  nyawanya tak dapat diselamatkan. Kapolsek Kedungwuni AKP Sawal membenarkan kejadian ini. “Korban  bunuh diri  meminum racun serangga,” katanya.
Sementara itu, Minggu (19/4) kemarin kejadian naas juga dialami warga Pekalongan. Rustal, 45 warga Dukuh Jaten RT 02 RW 12, Desa Kesesi, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan tewas tercebur sumur. Diduga, Rustal terpeleset masuk sumur milik Winarti, 50, yang masih tetangganya.
Pada Sabtu (18/4) sore sekitar pukul 18.00 korban menuju ke Sumur milik tetangganya itu untuk keperluan mengambil air wudhu. Korban terpeleset dan masuk kedalam sumur yang tak berkluwung itu.  Malam itu keluarganya sempat mencari korban namun tak ditemukan. Esoknya,  ketika pemilik sumur hendak mengambil air melihat sesosok  menyembul di sumur.
Semula Winarti mengira sosok itu bukan manusia, karena kepalanya tampak seperti tempurung kelapa. Namun setelah diperhatikan, terlihat telinga korban. Peristiwa itu segera dilaporkan pada Polsek Sragi. Korban kemudian dievakuasi.Kapolsek Sragi AKP Zarkonil mengatakan, korban diduga terpeleset mausk sumur.
Peristiwa tragis juga dialami Sardiyo, 37, warga Dukuh Bubak, Desa Gejlik, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan.  Minggu siang ia  tewas setelah disambar petir saat  mencangkul di tengah sawah. Saat itu, hujan lebat, Sardiyo tetap menyangkul. Tiba-tiba, petir menyambar tubuhnya. “Warga hendaknya hati-hati jika turun hujan, lebih baik berteduh sebentar menunggu hujan reda,”himbau Kapolsek Kajen AKP Suyono SH. (dik/lis)

Ditulis dalam Kedungwuni, Politik & Hukum | Tinggalkan sebuah Komentar »

Pulang dari Arab, TKW asal Pekalongan lumpuh

Posted by koranwopi pada April 25, 2009

PEKALONGAN – Seorang Tenaga Kerja Wanita asal Doro, Pekalongan, Jawa Tengah mengalami kelumpuhan dan hilang ingatan setelah kembali dari Saudi Arabi. TKW bernama Sumarni (40) bekerja di Arab sejak tahun 2008 lalu.

Saat ini, Sumarni yang diduga dianiaya oleh majikannya, hanya bisa terbaring lemah di Ruang Matahari, Rumah Sakit Umum Daerah Kajen. Terlihat dari tubuh beberapa luka bekas penganiayaan, seperti luka lebam dan bekas jahitan.

Kaki dan tangan kiri korban mengalami lumpuh dan tidak dapat digerakan, ingatan korban pun hilang, karena sekembali dari Arab korban tidak ingat sama sekali anggota keluarganya.

“Sejak pulang, ibu saya tidak bisa bicara sedikitpun, dia hanya diam saja dengan pandangan kosong,” kata Tarwiyah, anak korban yang ditemui di rumah sakit, sore ini.

Sebelumnya keluarga tidak mengetahui, kalau korban kembali ke Indonesia dalam keadaan sakit. Saat itu, keluarga diminta untuk menjemput korban di Jakarta.

Tetapi, saat tiba, korban sudah berada di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, dan sudah dalam keadaan lumpuh. Keluarga kemudian membawa korban pulang ke Pekalongan.

“Padahal waktu berangkat, ibu saya dalam keadaan sehat, tidak ada bekas luka pukul dan jahitan di kepalanya,” tuturnya.

Karena itu, keluarga berharap, pihak PJTKI memberikan perhatian dan meminta pemerintah Indonesia mengusut kasus yang dialami Sumarni.
(sit/vvn)

Ditulis dalam Doro, Pelayanan Umum, Politik & Hukum | Tinggalkan sebuah Komentar »

The Gain Band Pendatang Baru

Posted by koranwopi pada April 25, 2009

the-gain

The Gain kini setelah lolos dalam album kompilasi yang di adakan oleh Garda Musica akhirnya membuat lagu The Gain yang berjuul Sia-sia kini dapat di request di radio sebagai grub band pendatang, kini lagunya yang mulai banyak di minati warga pekalongan khususnya pendengar setia radio Kfm, dan pendengar setia radio Mfm Batang, bagi kalian yang merasa salah satu penggemar band pendatang baru ini, ayo mulai sekarang reques lagu mereka….
The Gain merupakan band pendatang baru yang keberadaannya sekarang sudah banyak di lirik oleh musisi pekalongan pada umumnya…

The Gain sebuah grub band yang berasal dari kota megono Pekalongan,The Gain beraliran pop rock membawakan lagu-lagu indie dengan aransement yang padat dan enak di nikmati, dengan 6 personil(pada awal), ingin mencoba meraih keperuntungannya di kancah dunia musik pada umumnya. The Gain yang di manageri oleh Izza Zulfana Faqih, S.Ag. berkediaman di Kertijayang Gang 2 no.38 Buaran Pekalongan 51171 yang sekaligus di jadikan sebagai basecamp The Gain. bagi kalian yang ingin kenal lebih jauh dengan mereka kalian bisa hubungi di contact person : (0285) 432582 / 08156917560 / 085740463111. atau di thegainband@gmail.com

Ditulis dalam Buaran, Musik dan Film, Selebritas | Tinggalkan sebuah Komentar »

Sidang Dugaan Penyelewengan APBD 2003

Posted by koranwopi pada April 25, 2009

Terdakwa Mengaku Tak Terlibat Penyusunan

SEMARANG - Mantan Ketua DPRD Jateng 1999-2004, Mardijo, dalam pembelaan yang dibacakan penasihat hukumnya di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, kemarin (29/11) mengatakan, dirinya tidak terlibat dalam penyusunan surat keputusan pimpinan Dewan (SKPD). Seperti yang pernah diberitakan, jaksa dalam dakwaannya mengatakan terdakwa bersalah karena telah menandatangani SKPD tanpa adanya rapat pimpinan Dewan.

Penasihat hukum terdakwa yang terdiri atas Supardi Sukamto SH, R Harry Bambang Ryadi SH, dan Agus Suhartoyo SH berpendapat bahwa sekwanlah yang seharusnya mengatur dan menyelenggarakan rapat pimpinan DPRD guna membahas pencairan sembilan SKPD yang berisi dana penunjang kegiatan sesuai tatib DPRD. “SKPD itu pun disetujui oleh pihak eksekutif. Jika hal tersebut dianggap menyalahi aturan, seharusnya mereka tidak memprosesnya lebih lanjut,” kata Supardi.

Dana operasional yang diduga diselewengkan sebesar Rp 14,8 miliar pun, papar Supardi, dinikmati oleh 100 anggota Dewan lain. Jadi, jelas Harry, secara implisit mereka membenarkan pencairan SKPD. “Anggota Dewan yang menerima tidak ada yang keberatan. Jadi yang dilakukan terdakwa bukanlah perbuatan yang menguntungkan diri sendiri, orang lain atau korporasi karena sampai sekarang tidak ada keberatan dari pihak legislatif ataupun eksekutif,” ujar Agus.

Menurut Supardi, dana tersebut digunakan untuk menampung aspirasi masyarakat. Terdakwa sendiri dengan iktikad baik sudah mengembalikan keseluruhan dana yang diterimanya yakni sebanyak Rp 643 juta baik melalui Kejati maupun kas daerah. Supardi mengutip pernyataan saksi ahli Prof Muladi yang mengatakan, para terdakwa perkara dugaan penyelewengan APBD Jateng 2003 itu bukanlah orang jahat. Yang dilakukan mereka akibat adanya ketidakjelasan peraturan hukum waktu itu.

Asrofie Cs

Dalam sidang yang dipimpin Boedhi Hartono SH di ruang terpisah, penasihat hukum mantan ketua, wakil, dan sekretaris panitia rumah tangga (PRT) DPRD Jateng 1999-2004 yakni Drs HM Asrofie, H Soejatno SW, dan Wahono Ilyas mengemukakan, PRT bukanlah penyusun besaran tiap mata anggaran dana operasional. “Sekwanlah yang menyusunnya mengingat PRT belum mengetahui tata cara penyusunan yang baru berdasarkan Keputusan Mendagri No 29/2002,” kata pengacara para terdakwa, Umar Makruf SH dan Samsul Bahri SH. PRT, kata mereka, juga tidak pernah dilibatkan dalam penyusunan rencana anggaran belanja (RAB) Jateng. Para penasihat hukum menilai, dana operasional yang diterima para terdakwa sah mengingat penetapannya melalui Perda No 1/2003 dan tidak pernah dibatalkan oleh Gubernur. Usulan dana operasional itu pun bukan dari PRT melainkan dari sekwan. Tanggapan jaksa atas pembelaan terdakwa akan dibacakan Selasa (6/12).

Seperti diberitakan, 15 November lalu, jaksa menuntut Mardijo tujuh tahun penjara. Yang bersangkutan juga diharuskan membayar denda Rp 500 juta (subsider enam bulan penjara) serta uang pengganti Rp 443 juta (subsider satu tahun penjara). Adapun Drs HM Asrofie dan H Soejatno SW SH dituntut enam tahun penjara, membayar denda Rp 500 juta (subsider enam bulan penjara). Wahono Ilyas dituntut tujuh tahun penjara serta membayar denda dan uang pengganti masing-masing sebesar Rp 500 juta (subsider enam bulan penjara) dan Rp 63 juta (subsider enam bulan kurungan). (H11-46v) sumber: Suara Merdeka

Ditulis dalam Seputar Jawa Tengah | Tinggalkan sebuah Komentar »

Lagi, Proyek Tower Axis Diprotes

Posted by koranwopi pada April 25, 2009

SEMARANG – Pembangunan tower selular setinggi 42 meter di  halaman belakang rumah warga RT 5/RW I Kelurahan Bangetayu Wetan, Kecamatan Genuk, mendapat protes keras. Warga setempat meminta agar proyek tower operator selular Axis tersebut dibatalkan, karena membahayakan keselamatan warga.

Pujo Wicaksono (45) warga Bangetayu Wetan RT 5/RW I mengatakan, proses pembangunan tower tersebut sudah dimulai sejak Oktober 2008 silam. Awalnya, pemilik tanah H Istajib meminta izin kepada warga yang tinggal dalam radius 45 meter dari lokasi tower.

Pada pertemuan pertama dengan warga, pemilik tanah langsung meminta tanda tangan. Namun, warga tidak mengetahui maksud tanda tangan tersebut untuk tujuan apa.

’’Kita merasa ditipu oleh Pak Istajib. Wong kami belum setuju dan belum pernah ada sosialisasi ke warga, kok tiba-tiba pondasi tower sudah dibangun,” keluhnya kemarin (24/4)

Pujo menambahkan, warga sudah berulang kali menyampaikan protes ke pemilik tanah, namun tidak ditanggapi. Pemilik tanah beralasan sudah mendapat izin dari warga. ’’Izin dari warga tersebut kami duga dipalsukan. Kami hanya tanda tangan satu kali, mengapa tiba -tiba ada banyak tanda tangan? Ini jelas penipuan,” katanya dengan nada tinggi.

Hal senada diungkapkan Tri Hartini Worosusiloningsih (44), warga setempat. Tri mengaku, warga warga khususnya para ibu khawatir dengan pendirian tower tersebut. Selain karena daerahnya sering terkena petir, warga juga mengkhawatirkan jika tower tersebut roboh.

’’Sudah ada 24 ibu–ibu di RT 5 dan RT 2/RW I menyatakan menolak pendirian tower. Kami takut tower tersebut roboh jika hujan angin, karena tanah di sektiar pondasi saja sudah pada longsor,” ujarnya.

Ahmad Umar (45) warga RT 5/RW I menambahkan, warga setempat sepakat pembangunan tower selular tersebut dibatalkan. Karena prosedur perizinan tidak sesuai dengan ketentuan yang ada. ’’Warga menilai pemilik tanah tersebut tidak memperhatikan keluhan dan kekhawatiran warga terhadap dampak yang ditimbulkan oleh tower tersebut,” ungkapnya.

Menurut dia, meski kelangkapan perizinan seperti Izin Gangguan (HO), dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sudah ada, namun untuk izin KRK hingga kini belum ada. ’’Kami sepakat pembangunan dibatalkan, karena pembangunan itu cacat hukum. Alasan warga sendiri karena khawatir dengan radiasi dan tower bisa roboh setiap saat,” ujarnya.

Pemilik tanah Istajib mengatakan, pendirian tower tersebut sudah sesuai dengan prosedur. Warga sendiri juga sudah menandatangani kesepakatan yang ada. Bila warga masih protes dan merasa keberatan, kata dia, nanti bisa diselesaikan di pengadilan.

’’Warga sudah tanda tangan, kalau masih protes lebih baik diselesaikan di pengadilan saja biar lebih jelas,” ungkapnya sembari menampik bila dituding membohongi warga.

Sementara itu, beberapa Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang yang juga datang menyaksikan langsung bangunan pondasi tower tersebut tidak bisa berbuat banyak. Warga dan Istajib pun sempat beradu mulut di hadapan para anggota dewan. Akhirnya, dewan pun hanya bisa berusaha untuk menengahi. (dit/aro/jpnn) sumber: Radar Pekalongan.

Ditulis dalam Seputar Jawa Tengah | Tinggalkan sebuah Komentar »

Pasar Kaget Wisata Digelar 24 April 2009

Posted by koranwopi pada April 25, 2009

BANDUNG, KOMPAS.com — Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia atau Asita Daerah Jawa Barat akan menyelenggarakan Pasar Kaget Wisata 2009. Acara di Gedung Landmark, Jalan Braga, Kota Bandung, itu digelar pada 24-26 April 2009.

Ketua Panitia Pasar Kaget Wisata 2009 Hilwan Saleh di Bandung, Selasa (21/4), mengatakan, acara itu ditargetkan dapat menarik sekitar 30.000 pengunjung selama tiga hari. Adapun nilai transaksi yang diharapkan sekitar Rp 2,5 miliar.

Jumlah pengunjung dan nilai transaksi itu meningkat dibandingkan Pasar Kaget Wisata tahun 2008 masing-masing sekitar 25.000 orang dan Rp 1,3 miliar. Pasar Kaget Wisata 2009 yang buka pukul 10.00-22.00, diikuti 14 biro perjalanan wisata dari Jabar.

Acara dengan 50 gerai itu juga diikuti pengusaha hotel dan resor, pengelola lokasi wisata, maskapai penerbangan, serta satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait. Tujuan wisata yang ditawarkan antara lain Ciater, Taman Wisata Mekarsari, dan Tangkubanparahu. Adapun lokasi tujuan wisata di Indonesia misalnya Denpasar, Yogyakarta, Medan, dan Makassar.

“Kalau ke luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Belanda, Jerman, Perancis, Hongkong, dan Australia,” kata Hilwan.

Acara Pasar Kaget Wisata di antaranya bursa paket hemat, kesenian dalam dan luar negeri, permainan, serta pemberian hadiah suvenir, tiket maskapai, dan kupon hotel.

Wakil Ketua III Asita Jabar Bidang Tata Niaga Ticketing Tour dan Umroh Ameriawati Atmadibrata mengatakan, tujuan diselenggarakannya acara tersebut yaitu sebagai wahana promosi yang efektif bagi semua unsur industri pariwisata. Tujuan lain yaitu sebagai sarana menyosialisasikan rencana liburan agar terprogram dengan baik.

“Acara dinamakan Pasar Kaget karena kami ingin pengunjungnya benar-benar ramai. Diharapkan mereka juga terkejut dengan kemeriahan acaranya,” katanya.

Pada pameran itu, Asita Jabar berharap masyarakat lebih mengenal keberadaan dan fungsi biro perjalanan sebagai penyedia jasa yang dapat membantu merancang perjalanan sesuai kebutuhan. Ameriawati mengatakan, pemerintah pun terus mendorong bisnis pariwisata.

“Kebijakan pemerintah menghapus fiskal mendukung usaha pariwisata misalnya, membuat minat berwisata ke luar negeri menjadi tinggi,” kata Ameriawati.

Sekretaris Jenderal Asita Jabar Nico Lumanaw mengatakan, sebenarnya Pasar Kaget Wisata ingin digelar dengan skala lebih besar. Namun, Bandung belum memiliki gedung pertemuan yang representatif. Bila tersedia gedung yang memadai, ia yakin acara akan lebih ramai.

“Sebab, Bandung punya daya tarik lebih besar. Bahkan, bisa lebih ramai dari acara serupa di negeri jiran yaitu Malaysian Tour and Travel Association,” katanya.

Ditulis dalam Wisata | Tinggalkan sebuah Komentar »

Mengecat Dinding Tak Harus Pakai Tukang

Posted by koranwopi pada April 25, 2009

Sebetulnya ada banyak cara untuk menghemat pengeluaran/biaya ketika kita ingin melakukan perbaikan terhadap rumah kita. Salah satunya, mengurangi biaya/ongkos tukang.

Tentu tak semua pekerjaan renovasi rumah bisa kita lakukan sendiri. Beberapa pekerjaan berat seperti membangun fondasi sampai mendirikan bangunan rumah seutuhnya, sebaiknya tetap dikerjakan oleh tukang yang profesional demi hasil terbaik. Hal-hal kecil seperti: mengecat ulang elemen ruangan merupakan salah satu bentuk pekerjaan renovasi rumah yang bisa kita lakukan sendiri.

Proses pekerjaan renovasi mengecat ulang elemen ruangan itu sebetulnya tak terlalu sulit. Pada beberapa kasus, proses ini malah menyenangkan, terlebih bagi pemilik rumah yang senang berkreasi mempercantik rumahnya secara mandiri.

Mengecat elemen ruangan (dalam hal ini plafon, dinding, kusen, berikut elemen detail lainnya) dapat dilakukan secara sederhana. Dengan sedikit proses seperti halnya yang dilakukan oleh para tukang profesional, ruangan pun bisa tampil cantik.

Sebelum mulai mengecat ulang ruangan, pastikan terlebih dahulu arah perubahan warna ruang yang diharapkan. Langkah ini dibutuhkan agar nantinya hasil pengecatan ulang dapat membuat warna ruang menjadi lebih menarik. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada proses ini adalah: warna furnitur, warna dan motif lantai, serta aksesori percantikan ruangan.

Jika saja warna furnitur, lantai, dan aksesori sudah cukup beragam, maka sebaiknya pertimbangkan untuk memilih warna cat dinding yang netral. Misalnya memilih warna putih, krem, kuning muda, atau abu-abu muda. Warna kontras dapat saja dipilih dan diaplikasikan pada dinding dengan pertimbangan yang lebih seksama. Misalnya pertimbangan menyangkut posisi dinding dan elemen yang ada di hadapannya.

Setelah warna terpilih dan terbeli, maka mulailah melakukan pengecatan. Singkirkan furnitur jauh dari dinding yang akan dicat. Mungkin bisa saja seluruh furnitur dikumpulkan pada tengah ruangan dan ditutup dengan kain atau plastik sehingga tak terkena tumpahan atau cipratan cat. Aplikasikan cat menggunakan kuas dan rol mulai dinding bagian atas hingga rata. Gunakan rol untuk mengecat bagian yang luas, dan kuas untuk merapikan bagian-bagian tepian atau detail lainnya. Pengecatan dapat dilakukan dua hingga tiga lapis, hingga warna dinding terlihat rata. Tak perlu buru-buru, jika lelah beristirahatlah dan lanjutkan pekerjaan setelah badan fit kembali.

Penulis: Tatang

Ditulis dalam Rumah & Taman | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.